PENDAHULUAN
Sebelum menghidupkan mesin untuk pertama kali, bacalah ketentuan-ketentuan peraturan keamanan dan pelajari petunjuk pemakaian.
Buatlah rencana kerja untuk di luar dan di dalam ruangan seefisien mungkin.
Di luar ruangan, pengasapan dilakukan searah dengan arah angin. Sedangkan di dalam ruangan, pengasapan dimulai dari ruangan yang paling dalam kemudian pindah ke ruangan berikutnya yang menuju ke arah pintu keluar ruangan terakhir.
Larutan bahan kimia yang dipakai jangan lebih dari dosis yang dibutuhkan, sisanya buanglh di tempat yang aman, supaya tidak mencemari lingkungan menurut ketentuan undang-undang yang berlaku.
MENCEGAH KECELAKAAN
- Taatilah petunjuk-petunjuk pemakaian konsentrasi larutan bahan kimia dari distributornya
- Pakailah alat pelindung muka bila pengasapan menggunakan bahan bahan kimia yang berbahaya
- Pengasapan di dalam ruangan tertutup seperti gudang-gudang bahan makanan, umumnya digunakan pelindung muka lengkap, dengan saringan kombinasi untuk gas dan debu
- Pengasapan dengan larutan bahan kimia yang sangat pekat dan berbahaya, pakailah alat pelindung lengkap untuk muka dan pernafasan berikut pakaian pelindung dengan tutup kepala dan sarung tangan
- Kunci ruangan penyimpanan barang-barang yang tidak berguna yang telah diasapi. Boleh masuk bila asap telah hilang atau bila memakai alat pelindung pernafasan
- Sebelum masuk ke dalam ruangan yang telah dilakukan pengasapan, pastikan udara di dalam ruangan telah bersih dan sirkulasinya telah sempurna.
- Dianjurkan memakai alat penutup kuping terhadap suara bising dari mesin
- Perintahkan operator untuk mentaati ketentuan-ketentuan keamanan sebelum mereka memulai bekerja menggunakan mesin
- Dianjurkan untuk memeriksakan mesin setiap tahun kepada teknisi yang betul-betul menguasai mesin tersebut
- Mesin tidak boleh dijalankan tanpa ada pengawasan
- Jangan memperbaiki mesin yang sedang hidup, matikan dahulu,kemudian tunggu sampai mesinnya cukup dingin
- Setelah mesin diperbaiki, yakinkan bahwa peralatan mesin seperti pelindung panas telah terpasang kembali
- Bila menggunakan larutan bahan kimia yang mudah terbakar di dalam ruangan, harus dihindari, jangan sampai menimbulkan nyala api pada waktu pengasapan.
JAMINAN PABRIK
Pabrik berhak merubah spesifikasi mesin sesuai perubahan-perubahan teknis.
Pabrik menjamin, mesin bekerja dengan sempurna dan dilengkapi dengan petunjuk petunjuk penggunaannya. Tidak menimbulkan kerugian bagi operator, masyarakat dan harta benda yang disebabkan oleh penggunaan bahan kimia ataupun bahan pelarutnya.
PRINSIP KERJA SESHINFOG
Mesin pengkabut SESHINFOG dengan bahan bakar bensin, bekerja berdasarkan prinsip semburan berpulsa. Campuran bahan bakar bensin dan udara secara berseri dibakar di dalam ruang pembakaran yang berbentuk khusus pada getaran sekitar 90 pulsa per detik. Gas hasil pembakaran keluar melalui pipa yang lebih kecil dari ruang pembakaran. Larutan bahan kimia diujung resonator, lewat arus pulsa gas, kemudian pecah menjadi jutaan partikel kecil, dihembuskan ke udara dalam bentuk kabut tebal. Temperatur diujung resonator, tempat cairan bahan kimia mengalir berkisar antara 40 – 60 0C tanpa mengurai komposisi bahan aktif,larutan bahan kimia yang terkena panas disini, tidak lebih dari 4-5 milidetik. Oleh karena itu bahan kimia yang peka terhadap panas dapat dipakai.
Pada sistem kerja mesin pengkabut ini, tidak ada bagian suku cadang yang bergerak. Tenaga listrik yang berasal dari 4 buah baterai biasa digunakan untuk menghidupkan mesin.
DATA TEKNIS
| Kapasitas Ruang Pembakaran | 18,7 kW/25,4 PS (16.100 kcal/jam) |
| Bahan Bakar | Bensin premium, tanpa campuran oli |
| Pemakaian Bahan Bakar | 1.5 liter per jam |
| Kapasitas Tangki Bahan Bakar | 1,5 liter |
| Kapasitas Tangki Larutan | 6,5 liter |
| Tekanan di dalam tangki bahan bakar | 0,08 bar |
| Tekanan di dalam tangki larutan | 0,3-0,4 bar |
| Pengapian | Kumparan koil elektronik dengan 4 Buah batu baterai type IEC R20 1,5 Volt |
| Berat Kosong | 7,9 Kg |
| Ukuran | 130 x 29 x 32 cm |
| Output Larutan Bahan Kimia (tergantung dari ukurannya) | Pengatur Output, diameter Ø 0,7 mm = 10,0 lt/jam |
| Pengatur Output, diameter Ø 0,8 mm = 14,0 lt/jam | |
| Pengatur Output, diameter Ø 0,9 mm = 17,5 lt/jam | |
| Pengatur Output, diameter Ø 1,0 mm = 20,5 lt/jam | |
| Pengatur Output, diameter Ø 1,1 mm = 23,5 lt/jam | |
| Pengatur Output, diameter Ø 1,2 mm = 27,0 lt/jam | |
| Pengatur Output, diameter Ø 1,4 mm = 32,0 lt/jam | |
| Pengatur Output, diameter Ø 1,7 mm = 42,0 lt/jam | |
| Perlengkapan Standar | v Tabung Pengkabut v Pengatur output, diameter 0,8 mm v Pengatur output, diameter 1,0 mm v Pengatur output, diameter 1,2 mm v Corong bahan bakar dengan saringan v Corong Larutan bahan kimia dengan saringan v Tali sandang v Alat-alat untuk reparasi dan pembersih (termasuk kunci-kunci) v Set Gasket, suku cadang cepat aus v Buku petunjuk dan daftar suku cadang |
| Perlengkapan Tambahan | v Pengatur output, diameter 0,7 mm v Pengatur output, diameter 0,9 mm v Pengatur output, diameter 1,1 mm v Pengatur output, diameter 1,4 mm v Pengatur output, diameter 1,7 mm v Tabung pengkabut khusus, untuk bahan pelarut air v 4 buah baterai bersel tunggal, type IEC R20 1,5 Volt v Peredam suara |
PETUNJUK UNTUK PENGKABUTAN
Bahan Bakar Pelarut Untuk Pengkabutan
Pabrik kimia menyediakan bahan kimia yang larut di dalam air atau minyak
Bahan-bahan pelarut untuk pengkabutan adalah:
- Air, tanpa bahan pelarut lainnya
- Bahan pelarut khusus untuk pengkabutan yang juga larut dalam air, seperti Nevocol, Glycol, dan Glycerine
- campuran point 1 dan 2
- Minyak Diesel, Solar atau Minyak Tanah
- Minyak Sayur, Parafin dan sejenisnya
- Khusus bahan pelarut minyak untuk pengkabutan, seperti Nevolin
Bila memakai air sebagai bahan pelarut, maka outputnya tidak akan terlihat kabut, walaupun demikian tidak akan mengubah fungsi bahan kimianya. Air sebagai bahan pelarut tanpa campuran bahan pelarut untuk mengkabutan, hanya dipakai untuk aplikasi di DALAM RUANGAN.
DI LUAR RUANGAN, kabut yang terlihat memungkinkan kita untuk mengamati pengambangan dan penyebarannya. Kecuali air, di luar ruangan harus memakai bahan pelarut untuk pengkabutan seperti yang tercantum diatas. Dibandingkan dengan air, pemakaian bahan bahan pelarut untuk pengkabutan ini, akan menambah daya dan waktu pengambangan di udara yang lebih lama.
Campuran campuran bahan kimia khusus untuk pengkabutan yang telah mengandung bahan pelarut, tidak perlu dicampur dengan bahan pelarut untuk pengkabutan.
Penentuan volume larutan bahan kimia sesuai petunjuk dari pabrik yang membuat bahan kimia tersebut. Perhatikan ketentuan Undang Undang pemakaian bahan kimia dan pemakaian bahan pelarutnya.
Volume larutan bahan kimia untuk pengkabutan di tempat-tempat tertentu adalah
| Pemberantasan vektor dan hama di dalam ruangan | 1 – 3 liter /1000 m3 |
| Pemberantasan vektor dan hama di luar ruangan | 4 – 5 liter /1000 m3 |
Pemilihan Pengatur Output
Kapasitas pengeluaran campuran larutan bahan kimia untuk pengkabutan ditentukan oleh pemakaian pengatur output yang berbeda pada ukuran garis tengahnya. Ukuran garis tengah tertera di badan pengatur output tersebut.
| Garis tengah pengatur output | Kapasitas | Bahan Pelarut |
| 0,7 mm | 10,0 liter/jam | Air |
| 0,8 mm | 14,0 liter/jam | Air |
| 0,9 mm | 17,5 liter/jam | Air |
| 1,0 mm | 20,5 liter/jam | Air |
| 1,1 mm | 23,5 liter/jam | Air |
| 1,2 mm | 27,0 liter/jam | Air |
| 1,4 mm | 32,0 liter/jam | Air |
| 1,7 mm | 42,0 liter/jam | Air |
Pada pemakaian bahan pelarut AIR, pengatur output yang dipakai bergaris tengah 0,7 – 1,0 mm. Yang bergaris tengah 1,1 dan 1,2 mm dapat pula dipakai apabila menggunakan tabung pengkabut khusus. Dengan bahan pelarut minyak, disarankan memakai pengatur output yang bergaris tengah 1,0 -1,7 mm.
Waktu Pengkabutan
Berhubungan dengan keadaan cuaca, waktu untuk pengkabutan memakai mesin pengkabut SESHINFOG, dianjurkan sebagai berikut:
Di dalam ruangan Setiap Saat
Di luar ruangan Pagi, sore atau malam hari.
Dapat pula dilaksanakan siang hari pada keadaan mendung, tidak ada angin atau setelah habis hujan
MEMPERSIAPKAN MESIN SEBELUM APLIKASI
Periksalah kelengkapan mesin berikut peralatannya waktu mengeluarkan mesin dari kemasannya.
Untuk menghindari panas yang berlebihan, jangan menghidupkan mesin tanpa memasang tabung pengkabut diujung pipa pendingin.
Memasang Tabung Pengkabut
v Lepaskan pipa larutan bahan kimia dari soket pipa pengabut, kemudian lepaskan soket pipa pengkabut dari ujung resonator
v Pasang tabung pengkabut di bagian luar dari ujung pipa pendingin sehingga lubang tunggal pada tabung pengkabut berada tepat diatas lubang berulir dari ujung resonator tempat meletakkan soket pipa pengkabut, enam buah lubang lainnya yang lebih besar, harus berada di bagian depan
v Kemudian pasangsoket pipa pengabut dan pipa larutan bahan kimia, kencangkan dengan kunci pas ukuran 13/17 mm untuk soket pengkabut dan ukuran 17/21 mm untuk pipa larutan bahan kimia
v Untuk menghindari kerusakan yang tidak wajar pada saat pemuaian dan penyusutan resonator, tabung pengkabut yang telah terpasang harus dapat bergerak bebas ke depan dan ke belakang. Periksa setiap saat bila akan melaksanakan pengkabutan.
Memasang Batu Baterai
Untuk pengapian dipakai 4 buah batu baterai masing-masing tipe IEC R20 1,5 volt
v Lepaskan tutup tabung baterai, masukkan batu baterai dan pasang kembali tutup tabung batu baterai
Periksa Pengapian
Untuk pengapian, tekanlah gagang pompa starter beberapa kali agar tekanan pada tombol starter mengaktifkan. Suara desau dari koil untuk pengapian akan terdengar.
Mengisi Tangki Bahan Bakar
v Pakailah corong kecil bersaring untuk mengisi tanki bahan bakar, gunakan bahan bakar standar yang bersih, minimum 74 oktan atau bahan bakar premium
v Tutuplah tangki bahan bakar dengan tangan secara hati-hati. Bahan bakar yang ada di dalam tangki cukup untuk operasi selama kurang lebih 40 menit.
Mengisi tangki Larutan Bahan Kimia
v Yakinkanlah bahwa keran larutan bahan kimia dalam posisi tertutup. Putar ke arah yang berlawanan dengan jarum jam.
v Isi tangki larutan bahan kimia dengan corong besar bersaring
v Untuk menghindari kekurangan atau kelebihan larutan bahan kimia dalam tangki isilah larutan bahan kimia ke dalam tangkinya sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk aplikasi
v Tutuplah tangkinya dengan kencang
v PERHATIAN: Pakailah tabung-tabung kemasan yang bersih untuk bahan bakar dan larutan bahan kimia
MENGHIDUPKAN MESIN
v Pada permukaan bahan bakar yang rendah, diperlukan lebih banyak pemompaan dan tenaga. Penuhilah tangki bahan bakar bila hendak menghidupkan mesin
v Tutup keran bahan bakar dengan memutar knop merah sampai habis searah dengan jarum jam
v Beri tekanan pada mesin dengan menekan pompa secara penuh kurang lebih lima kali
v Buka keran bahan bakar dengan memutar knob merah ke arah kiri sampai habis, kemudian putar kembali sedikit saja kearah kanan. Pada posisi knob seperti ini, dengan menekan pompa berulang-ulang, secara otomatis mesin akan hidup.
v Bila mesin telah hidup, bukalah kran bahan bakar secara penuh (posisi biasa saat mesin dioperasikan)
v Bila mesin tidak hidup setelah dipompa kurang lebih 10 kali, bahan bakar akan membanjiri karburator dan untuk mengeringkannya, tutuplah keran bahan bakar dan pompa kembali, mesin akan hidup untuk beberapa detik lalu berhenti. Untuk menghidupkan kembali, buka keran bahan bakar, seterusnya ulangi petunjuk cara-cara menghidupkan mesin
v Setelah mesin hidup, biarkan pemasanasan berlangsung selama satu menit,lalu bukan keran larutan bahan kimia untuk aplikasi pengkabutan.
MEMATIKAN MESIN
v Tutuplah keran larutan bahan kimia, biarkanlah mesin tetap hidup selama setengah menit supaya tidak ada sisa larutan di dalam pipa larutan bahan kimia. Hal ini untuk mencegah agar tidak terjadi endapan atau kerak dari sisa-sisa larutan bahan kimia.
v Tutup keran bahan bakar dengan memutar knob merah ke arah kanan secara pelan-pelan. Kemudian mesin akan mati.
v Hilangkan tekanan-tekanan di dalam tangki larutan bahan kimia dan bahan bakar dengan melonggarkan tutup-tutup tangkinya 1-2 putaran. Selanjutnya kencangkan kembali tutup-tutup tangkinya.
v SARAN : Dianjurkan melakukan pengkabutan memakai bahan pelarut air setiap kali selesai aplikasi. Gunanya adalah untuk membersihkan keran larutan bahan kimia dan soket pipa pengkabut. Bila memakai larutan bahan kimia yang mengandung chlorine, pembersihannya hanya memakai solar atau sejenisnya
v PERHATIAN: Bila mesin mendadak mati karena bahan bakar habis atau karena sesuatu sebab, ikutilah petunjuk-petunjuk sebagai berikut:
- Segera tutup keran larutan chemical
- Tunggingkan mesin dengan ujung tabung pengkabut ke arah bawah
Alasannya karena di dalam tangki larutan bahan kimia masih ada tekanan yang bisa mendorong keluar larutan bahan kimia walaupun mesin sudah mati. Khususnya pada larutan bahan kimia yang mudah terbakar, dapat menimbulkan api apabila terkena panas dari ruang bakar
v Bila mesin dilengkapi dengan alat penyetop darurat, maka cara-cara diatas tidak diperlukan
v Sebelum mengisi ulang tangki bahan bakar, biarkanlah mesin dingin terlebih dahulu
v Jangan mengangkut mesin ketika mesin masih panas
MEMBERSIHKAN MESIN
Mesin telah disetel untuk bekerja maksimal dan sempurna. Hampir tidak perlu untuk mengencangkan atau melonggarkan bagian-bagian penting dari mesin. Langkah-langkah berikut akan menjamin terpeliharanya mesin:
Pedoman Membersihkan Bila Mesin Dipakai Terus Menerus
v Bersihkan bagian luar mesin dengan kain lap, jangan mencuci dengan menyemprot aiar atau air panas pada bagian mesin
v Setiap kali selesai aplikasi, bersihkan bagian-bagian mesin yang berhubungan dengan larutan bahan kimia, lakukan pengkabutan dengan menuangkan sedikit air ke dalam tangki larutan bahan kimia yang sudah dibersihkan sebelumnya
v PERHATIAN: Bila telah memakai larutan bahan kimia yang mengandung klorine, semprotkan tangki larutan bahan kimia dan pipa larutan bahan kimia dengan minyak diesel, solar dan sejenisnya. JANGAN PAKAI AIR, sebab air dan chlorine akan membentuk asam hydrochloric yang dapat merusak tangki larutan bahan kimia dan pipa larutan bahan kimia.
Membersihkan kerak diujung Resonator
v Bersihkan kerak diujung resonator pakai pipa pengeruk kerak dan sikat kawat. Demikian pula kerak di soket pipa pengkabut, dibersihkan dengan mengeruk pengeruk soketnya. Bersihkan tabung pengkabut dengan sikat kawat
v Khusus pada campuran larutan bahan kimia dari bubuk, meninggalkan kerak pada tabung pengkabut. Membersihkan keraknya dengan merendam tabung pengkabut dalam air. Bersihkan ujung resonator dengan pipa pengeruk kerak
Menyimpan Alat dalam Waktu yang Lama
v Buang sisa-sisa larutan bahan kimia melalui tutup tangki larutan bahan kimia yang berada di bagian bawah. Bersihkan tangki larutan bahan kimia. Harap diperhatikan untuk pembuangan sisa larutan bahan kimia, agar dibuang secara hati-hati
v Setelah tangki larutan bahan kimia dibersihkan, masukkan kurang lebih ¼ liter minyak diesel atau solar ke dalam tangki agar tidak terbentuk kristalisasi dari sisa-sisa campuran larutan bahan kimia. Kocoklah mesin dengan sempurna.
v Lepaskan pipa larutan bahan kimia dari soket pipa pengkabut di ujung resonator. Soket dan tabung pengkabutnya tetap di tempat
v Hidupkan mesin, buka keran larutan bahan kimia dan tampung cairan yang keluar diujung pipa larutan bahan kimia dengan tabung penadah.
PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN ALAT
Setelah kurang lebih 50 jam kerja dan bagian luar mesin sudah dibersihkan dari kotoran dan percikan campuran larutan bahan kimia, dianjurkan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
Membersihkan Busi
v Tarik tutup busi tegak lurus keatas dari businya
v Lepaskan busi. Bersihkan sekitar elektrode-nya pakai sikat kawat. Untuk menghindari api, ulir besi harus bersih dari minyak
v Bila perlu setel kerenggangan elektrode dengan jarak 2 mm, maksimum 2,5 mm. Ganti busi bila telah berwarna hitam
v Pasang kembali busi, jangan terlalu kencang dan pasang kembali tutup busi
Memberi Pelumas pada Karet Pompa
v Lepaskan tutup pompa di bagian pegangan pompa dengan kunci pompa
v Beri pelumas pada karet pompa agar mesin mudah dihidupkan
Membersihkan Manifold dan Baling-Baling
v Lepaskan busi
v Lepaskan baling-baling dari karburator dan bersihkan keraknya dengan sikat kawat
v Bersihkan manifold dengan sikat kawat
Membongkar dan Membersihkan Katup Udara
v Lepaskan katup udara dan bongkar dengan obeng kembang
v Bersihkan pelat cakam, pelat dasar dan sekat udara (membran) menggunakan lap yang dibasahkan dengan bensin. Hati-hati jangan sampai sekat udara tertekuk atau rusak
v Pada saat merakit kembali, letakkan sekat udara diatas pelat cekam dan jangan sampai lepas sewaktu pemasangannya dengan pelat dasar. Sekat udara harus bisa bergerak bebas pada celahnya.
v PERHATIAN: Bila sekat udara telah tertekuk atau rusak, harus diganti karena kelancaran mesin tergantung pada bagian ini
GANGGUAN DAN PEMECAHANNYA
Syarat utama supaya mesin bekerja dengan sempurna adalah ketiga tutup tangkinya untuk tangki bahan bakar dan tangki larutan bahan kimia tertutup rapat.
- Periksa sekat dari masing-masing tutup tangki
- Apakah ada bahan bakar di dalam tangkinya
- Periksa batu baterainya
- Apakah terdengar suara mendesau dari koil untuk pengapian waktu sedang mempompa
I. MESIN HIDUP, TETAPI KABUT TIDAK KELUAR ATAU TERSENDAT
Kemungkinan-kemungkinan:
- Bagian-bagian dari larutan bahan kimia tersumbat
- Kekurangan tekanan di dalam tangki larutan bahan kimia
- Pipa tekanan udara tidak tersekat dengan sempurna
PEMECAHAN:
a. Periksa Nozzle Larutan Bahan Kimia dan Pipa Larutan Bahan Kimia
sebab utama gangguan pada pengkabutan ialah tersumbatnya pengatur output/nozzle
- Lepaskan pipa pelarut bahan kimia dari pengatur output dan lepaskan pengatur output. Periksa lubangnya dan bersihkan dengan kawat
- Pasang kembali pengatur output dan hidupkan mesin. Letakkan tabung penadah diujung pengatur output, dan buka keran larutan bahan kimia. Semburan kuat dari cairan yang keluar akan terlihat, dan ini berarti tekanan dalam tangki larutan bahan kimia dan sekat tutup tangkinya telah sempurna
- Bila gangguan bukan disebabkan oleh pengatur output, periksalah keran larutan bahan kimianya.
b. Periksa Keran Larutan Bahan Kimia dan Pipa Panjat
- Lepaskan keran larutan bahan kimia dari tangki larutan bahan kimia
- Periksa pipa panjat dan bersihkan kotoran yang menyumbat dengan kawat. Periksa kerusakan pada sekat-sekat, bila perlu ganti dengan yang baru
- Urutan memasang kembali sekat-sekat dan pipa panjat dari atas ke bawah
- Warna coklat muda
- Warna merah
- Warna hitam
- Kesalahan memasang kembali dapat mengganggu bekerjanya keran
- Bila petunjuk-petunjuk diatas telah dilaksanakan, tetapi kabut tidak keluar berarti tekanan di dalam tangki larutan bahan kimia tidak sempurna
c. Tidak Ada Tekanan Dalam Tangki Larutan Bahan Kimia
- Periksa pipa tekanan udara dan sambungan-sambungannya
- Periksa sekat udara dengan melepaskan penutup dan sekrup kepala lonjong menggunakan obeng kembang. Periksa kelenturan, kebersihan dan kelayakannya. Bila perlu, ganti dengan yang baru
- Periksa sekat, kedudukan pada rumahnya harus bersih. Perhatikan apakah sekat udara telah terpasang dengan tepat ketika memasang kembali. Jangan mengencangkan sekrup kepala lonjong terlalu keras.
- Bila kabut tetap tidak keluar, berarti campuran bahan pengkabut tidak sesuai. Harus menggunakan cairan yang encer, seperti minyak diesel, minyak tanah atau air. Periksa fungsi pengkabutan dengan cara mengkabutkan sedikit air menggunakan mesin yang telah dibersihkan
II. MESIN TIDAK BISA HIDUP
Kemungkinan-kemungkinan:
- Tidak ada bahan bakar
- Bahan Bakar tidak mengalir
- Tutup tangki bahan bakar tidak tertutup dengan baik
- Tidak ada batu baterai, (atau) batu baterai lemah dan berkarat
- Kerenggangan elektrode busi tidak tepat
- Tidak ada pengapian pada koil
- Karburator kotor
- Penyetelan mesin tidak betul
PEMECAHAN:
a. Periksa Pengapian
- Periksa apakah ada bunyi desau dari koil ketika memompa. Bila tidak terdengar suara desau, periksa tombol starter dan koil pengapian
- Bila suara desau terdengar, berarti hubungan listrik dari batu baterai ke koil telah betul
- Tarik ke atas tutup busi dari businya. Lepaskan busi dan pasang kembali tutup busi pada businya. Setel kerenggangan elektrode busi dengan jarak antara 2 – 2,5 mm
- Dengan memegang tutup busi, letakkan ulir busi pada sisi pelindung sedemikianrupa, untuk melihat pengapian pada elektrodenya
- Dengan memompa pengapian akan bekerja secara otomatis. Teliti kesempurnaan loncatan api pada elektrode busi
- Bila tidak ada loncatan api, periksa hubungan kabel koil ke tutup busi. Ganti kabel koil, tutup busi atau busi yang telah rusak
b. Periksa Tombol Starter
- Bila tidak terdengar suara desau ketika memompa, lepaskan tudung karet dari tombol starter dan hubungkan kedua ujungnya pakai kawat pendek. Bila suara desau tetap tidak terdengar, berarti koil telah rusak dan harus diganti
- Bila terdengar suara desau, berarti tombol starter yang rusak dan harus diganti
- Untuk mengganti tombol starter, lepaskan sel tekanan dan 4 buah sekrupnya, putar mur dengan arah berlawanan menggunakan kunci pas 8 mm. Ganti tombol starter, periksa fungsinya dengan menekan tombol pada tombol starter, suara desau akan terdengar
- Pasang kembali sel tekanan. Perhatikan jangan sampai sekat warna hijau rusak
c. Mengganti Koil
- Lepaskan tutup busi. Lepaskan kedua mur sisi resonator dan karburator berikut tangki bahan bakar. Koil dapat dilepas setelah melepaskan kedua buah sekrup
- Lepaskan kabel merah dari tombol starter da kabel hitam dari pelat dasar tempat batu baterai. Pasang koil baru
- Bila suara desau tetap tidak terdengar. Periksa kedua buah pelat dasar tempat batu baterai dan bersihkan kerak atau karatnya
d. Periksa Distribusi Bahan Bakar
- Lepaskan tutup plastik dan keluarkan jarum pengatur yang berada di samping knob merah. Pompa dengan kuat beberapa kali, bila terlihat ada pancaran bahan bakar yang keluar melalui lubang jarum pengatur, berarti bahan bakar yang disalurkan ke jarum pengatur adalah baik
- Bila bahan bakar tidak keluar, ada penyumbatan di pipa bahan bakar. Lepaskan karburator berikut tangki bahan bakar dari sisi resonator
- Untuk melepaskan karburator dari tangki bahan bakar, lepaskan 4 buah sekrup yang ke tangki bahan bakar. Perhatikan, ketika mengeluarkan pipa bahan bakar dari tangkinya harus hati-hati, jangan sampai melengkung
- Lepaskan dan bersihkan saringan pipa bahan bakar, hembuskan dengan tekanan udara dari pompa. Pasang kembali saringan dan karburator pada tangki bahan bakar
- Lepaskan tutup karburator, keluarkan dan bersihkan penyisip dua arah. Perhatikan 4 buah lubangnya, bila tersumbat bersihkan dengan kawat halus
- PERHATIAN: Jangan memakai peralatan yang tajam untuk membersihkan penyisip dua arah.
- Pasang kembali karburator. Putar jarum pengatur ke dalam dengan 13 kali putaran penuh
- Periksa fungsi katup udara
- Sekarang mesin akan hidup, tetapi suatu penyetelan ulang harus dilakukan.
e. Penyetelan Mesin Yang Tepat
- Setelah uji coba mesin di pabrik, jarum pengatur yang berada di dekat knob merah telah ditutup dengan tutup plastik. Penyetelan hanya boleh dilakukan bila mesin bekerja tidak sempurna
- Pertama-tama keluarkan jarum pengatur menggunakan obeng kecil
- Kemudian masukkan kembali jarum pengatur. Untuk mendapatkan standar penyetelan, putar jarum pengatur ke dalam sebanyak 13 kali putaran penuh. Dalam posisi ini mesin akan hidup, tetapi lebih banyak memakai bahan bakar. Sekarang hidupkan mesin.
- Mesin hidup tidak sempurna, kemungkinan terlihat api biru di ujung resonator. Biarkan mesin hidup paling sedikit 2 menit, kemudian dengan hati-hati putar sedikit jarum penyetel searah dengan jarum jam sehingga suara mesin terdengar sempurna dan api biru diujung resonator tidak terlihat
- Selanjutnya ptar lagi ke dalam dengan hati-hati sampai suara mesin menjadi lemah. Dan putar kembali jarum penyetel berlawanan dengan arah jarum jam ½ sampai ¾ putaran. Sekarang penyetelan mesin telah sempurna.
- Teliti nyala api di dalam resonator dengan melihat melalui ujungnya dari jarak 1-2 meter. Nyala api harus berada diujung belakang dari pipa resonator
- Untuk mendapatkan penyetelan yang sempurna, jarum penyetel boleh diputar ke dalam atau keluar + ¼ putaran. Penyetelan yang sempurna bila suara mesin terdengar keras dan mantap, dan tidak ada api yang keluar diujung resonator.
III. MESIN HIDUP, TETAPI TERSENDAT ATAU KEMUDIAN MATI
Kemungkinan-kemungkinan:
- Resonator tersumbat (lihat, Cara membersihkan resonator)
- Manifold tersumbat (lihat, Cara membersihkan manifold)
- Penyetelan mesin tidak sempurna (lihat, bagian II)
0 komentar:
Poskan Komentar